MAKALAH
PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Dr. Hj. Nunung Nuriyah, M.Ag.
Disusun
Oleh :
KELOMPOK I
1.
Enti Desy Widianingsih (1414113128)
2.
Khusnul Khotimah (1414113131)
3.
Wulan Suraningsih (1414113164)
4.
Yasin Iskandar (1410120040)
INSTUTUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
Jl.
By Pass Perjuangan Sunyaragi Cirebon
Tahun
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu psikologi menela’ah
berbagai perubahan dalam individual dan perubahan-perubahan luar individual.
Beberapa psikolog perkembangan mempelajari perubahan dalam perkembangan yang mencakup
seluruh rentang kehidupan dari pembuahan sampai akhir hayat. Dengan begitu,
mereka berusaha menggambarkan dengan sempurna pertumbuhan dan kemunduran.
Mengutip dari apa yang dituliskan oleh Elizabeth B. Hurlock bahwa
istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi
sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Dan seperti yang
dikatakan oleh Van den Daele “ perkembangan berarti perubahan secara kualitatif
” (Elizabeth B. Hurlock : 2002). Berbeda dengan pertumbuhan, pertumbuhan
merupakan perubahan secara kuantitatif dan itu mencakup aspek fisik atau
jasmaniah saja yang dapat dihitung atau diukur.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian psikologi perkembangan?
2.
Apa
itu perkembangan manusia?
3.
Bagaimanakah
arti perubahan dalam perkembangan?
4.
Apa
saja prinsip-prinsip perkembangan?
C.
Tujuan Masalah
1.
Untuk
mengetahui pengertian psikologi perkembangan
2.
Untuk
mengetahui perkembangan manusia
3.
Untuk
mengetahui arti perubahan dalam perkembangan
4.
Untuk
mengetahui prinsip-prinsip perkembangan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Psikologi Perkembangan Menurut Para Ahli
Psikologi
perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam
perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup
psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena psikologi perkembangan
mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu. Psikologi perkembangan
berarti memahami gejala-gejala psikis yang berkaitan dengan perubahan
individual. Perubahan-perubahan ini sifatnya tidaklah kuantitatif melainkan
lebih mengarah pada perubahan kualitatif. Sebelum lebih jauh membahas menganai
psikologi perkembangan terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai pengertian dari
psikologi.
Psikologi
pekembangan dapat diartikan sebagai suatu cabang psikologi yang mempelajari
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, perilaku, maupun fungsi mental
manusia sepanjang rentang hidupnya yang dimulai sejak konsepsi hingga menjelang
mati.
Psikologi
Perkembangan merupakan cabang dari psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa
yunani dari kata “psycho” yang berarti roh, jiwa (daya hidup) dan “logos”
berarti ilmu, secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Akan tetapi, sejak dahulu tidak pernah dijumpai
kata sepakat tentang apa yang dimaksud dengan jiwa. Sejak zaman Yunani kuno,
para filosof berusaha mempelajari jiwa. Plato misalnya, mengatakan jiwa adalah
ide, Hipocrates berpendapat jiwa adalah karakter, sedangkan Aristoteles
mengartikan jiwa sebagai fungsi mengingat. Kemudian pada abad ke-17, Rene Descartes,
filosof Perancis, berpendapat bahwa jiwa adalah akal atau kesadaran. George
Berkeley, filosof Inggris yang hidup di akhir abad ke-17 menyatakan, jiwa
adalah persepsi. Sementara itu, John locke, filosof Inggris lainnya,
beranggapan bahwa jiwa adalah “kumpulan
ide yang disatukan melalui asosiasi”.
Ada beberapa
para ahli yang berpendapat tentang pengertian psikologi perkembangan
diantaranya :
a)
David G Myers (1996), psikologi perkembangan “ a
branch of psychologu that studies physical, coginitive, and socialchange
throughout the life span ” .
b)
Psikologi Perkembangan merupakan “cabang
psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang
proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati” (Ross Vasta,
dkk., 1992).
c)
Linda L Daidoff (1991), psikologi Perkembangan
adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur
jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya
makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.
d)
Richard M Lenner (1976), psikologi perkembangan
sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi
psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak,
memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah
dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa).
Beberapa pendapat di atas tentang
pengertian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa psikologi perkembangan
adalah merupakan bagian dari bidang psikologi yang kajian dan pembahsannya
terfokus pada perubahan tingka laku dan proses perkembengan mulai dari masa
konsepsi (pra-nattal) sampai mati.
Hemat kami,
psikologi perkembangan adalah suatu ilmu psikologi yang mempelajari tentang
perkembangan yang terjadi pada diri manusia dalam segala aspek manusia itu
sendiri mulai dari ia terlahir di dunia sampai dengan meninggalkan dunia.
B.
Perkembangan Manusia
Manusia adalah mahluk hidup, mahluk yang dikaruniai kehidupan;
hidup fisiknya, hidup psikisnya yang jelas berbeda dengan mahluk lainnya.
Karena hidupnya dua aspek ini membuat manusia menjadi berkembang, berkembang
secara sistematis menuju hakikat manusia.
Hakikat Perkembangan Istilah “perkembangan” (development) dalam
psikologi merupakan sebuah konsep yang cukup rumit dan kompleks. Di dalamnya
terkandung banyak dimensi (Desmita: 2010). Namun, secara sederhana Sumadi
Suryobroto menegaskan bahwa “ perkembangan itu adalah perubahan, perubahan ke
arah yang lebih maju, lebih dewasa. Secara teknis, perubahan itu biasanya
diberi nama proses. Jadi secara garis besar para ahli sependapat bahwa perkembangan
itu adalah suatu proses” (Sumadi Suryobroto : 1984). Sejalan dengan Sumadi,
menurut Reni yang secara langsung dikutip oleh Deswita bahwa “ perkembangan
secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang
dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang
baru. Dalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia, yang diawali dari
saat pembuahan dan berakhir dengan kematian” (Reni Akbar Hawadi : 2001).
Pengertian perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang
lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali karena perubahannya
bersifat kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur, tetapi jelas
berlaku jika dibandingkan dengan peringkat yang lebih awal. Pada dasarnya ada
dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serempak
dalam kehidupan, yaitu pertumbuhan atau evolusi dan kemunduran atau involusi.
Keduanya mulai dari pembuahan dan berakhir dengan kematian. Dalam tahun-tahun
pertama pertumbuhan berperan, sekalipun perubahan-peruabahan yang bersifat
kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin. Pada bagian kehidupan selanjutnya,
kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti (Elizabeth B.
Hurlock : 2002).
Faham kami bahwa ketika individu mengalami proses perubahan ke arah
yang positif maka individu tersebut sedang/telah mengalami proses perkembangan,
tetapi jika sebaliknya perubahan tersebut menuju ke arah yang negatif, hal
tersebut tidaklah termasuk ke dalam proses perkembangan.
C.
Arti Perubahan Dalam Perkembangan
Arti Perubahan dalam perkembangan manusia tidak pernah statis.
Semenjak pembuahan hingga ajal selalu terjadi perubahan, baik dalam kemampuan
fisik maupun kemampuan psikologis. Dengan perkataan lain, organisme yang matang
selalu mengalami pembuahan yang progresif sebagai tanggapan terhadap kondisi
yang bersifat dan pengalaman dan perubahan-perubahan itu mengakibatkan jaringan
interaksi yang majemuk.
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang
terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Ini berarti bahwa
perkembangan bukan sekedar penambahan berapa sentimeter pada tinggi badan
seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses
integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. Sekalipun perkembangan
itu berkesinambungan, dalam arti bahwa perkembangan itu merupakan proses siklik
dengan berkembangnya kemampuan-kemampuan dan kemudian menghilang, dan yang akan
muncul kembali pada usia berikutnya. Dalam hal ini bukan berkesinambungan dalam
arti senantiasa meningkat, tetapi merupakan serangkaian gelombang dengan
seluruh bagian perkembangan yang tejadi lagi secara berulang. Dan seringkali
pola perubahan itu mirip kurva berbentuk lonceng, pada awalnya naik dengan
tiba-tiba, mendatar selama usia pertengahan, dan turun secara perlahan atau
mendadak pada usia lanjut.
Berbagai perubahan dalam perkembangan bertujuan untuk memungkinkan
orang menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia hidup. Untuk mencapai
tujuan ini, maka realisasi diri atau yang biasanya disebut aktualisasi diri
adalah sangat penting, namun tujuan ini tdak pernah statis. Tujuan dapat
dianggap sebagai suatu dorongan untuk melakukan sesuatu yang tepat untuk dilakukan,
untuk menjadi manusia seperti yang diinginkan baik secara fisik maupun
psikologis. Realisasi diri memainkan peranan penting dalam kesehatan jiwa, maka
orang yang berhasil meneysuaikan diri dengan baik secara pribadi dan sosial
harus mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan minat dan keinginannya dengan
cara yang memuaskan dirinya. Tetapi pada saat yang sama harus menyesuaikan
dengan standar-standar yang diterima. Kurangnya kesempatan-kesempatan ini akan
menimbulkan kekecewaan dan sikap-sikap negatif pada khususnya terhadap orang
lain, dan terhadap kehidupan pada umumnya.
Walaupun selalu terjadi perubahan-perubahan yang sifatnya fisik
atau psikologis, banyak orang yang tidak sepenuhnya menyadarinya kecuali
apabila perubahan-perubahan itu terjadi secara mendadak atau jelas mempengaruhi
pola kehidupan mereka. Kebanyakan orang cenderung beranggapan bahwa masa lalu
adalah lebih baik ketimbang masa kini. Sekalipun kebanyakan anak-anak mengejar
saat mereka menjadi remaja belasan tahun, namun setelah tiba saatnya seringkali
mereka merindukan kembali saat-saat mereka yang penuh riang di masa anak-anak.
Dari uraian di atas, kami berpendapat; untuk mencapai suatu
perkembangan bagi tiap-tiap individu haruslah melewati proses yang disebut
dengan perubahan, perubahan inilah yang akan menentukkan perkembangan dalam
individunya. Dengan kata lain perkembangan dapat dicapai apabila individu telah
mengalami perubahan yang bersifat progresif.
D.
Prinsip-Prinsip Perkembangan
Prinsip-prinsip perkembangan pertumbuhan dan perkembangan manusia
secara alamiah mengikuti pola teratur berdasarkan prinsip atau hukum
perkembangan. Berikut beberapa prinsip perkembangan menurut para ahli
1)
Menurut
Hurlock (1978), Hurlock menyusun prinsip dasar psikologi perkembangan dengan 10
fakta, yaitu :
a)
Perkembangan
melibatkan adanya perubahan. Karena tujuan perkembangan adalah realisasi diri
atau pencapaian kemampuan bawaan (genetik).
b)
Perkembangan
awal lebih penting dari pada perkembangan selanjutnya. Lingkungan tempat anak
hidup, selama tahun-tahun pembentukan awal hidupnya, mempunyai pengaruh yang
kuat pada kemampuan bawaan mereka. Dasar awal sangat penting karena cenderung
bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya.
c)
Perkembangan
menekankan kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan
belajar dengan kematangan yang menetapkan batas bagi perkembangan.
d)
Pola
perkembangan dapat diramalkan. Walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat
diperlambat atau dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pralahir dan pasca lahir.
e)
Pola
perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diramalkan. Yang
terpenting diantaranya ialah adanya persamaan pola perkembangan bagi semua
anak; perkembangan berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik,
perkembangan terjadi secara berkesinambungan, berbagai bidang berkembang dengan
kecepatan yang berbeda; dan terdapat korelasi dalam perkembangan.
f)
Terdapat
perbedaan individu dalam perkembangan. Perbedaan individu disebabkan oleh
kondisi internal dan eksternal, akibatnya pola perkembangan akan berbeda untuk
setiap anak. Contohnya: perkembangan fisik, sebagian bergantung pada potensi
keturunan dan sebagian pada beberapa faktor lingkungan. Perkembangan
kecerdasan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kemampuan bawaan.
Perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh faktor genetik selain dipengaruhi oleh
sikap dan hubungan sosial.
g)
Terdapat
periode dalam pola perkembangan. yang disebut periode pra lahir, masa neonatus,
masa bayi, masa kanak-kanak awal, akhir masa kanak-kanak dan masa puber. Dalam
semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan; serta
pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya biasanya disebut
perilaku “bermasalah”.
h)
Harapan
sosial untuk setiap periode perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas
perkembangan yang memungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia
berapa anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang diperlukan bagi
penyesuaian yang baik.
i)
Setiap
bidang perkembangan mengandung kemungkinan bahaya. Bahaya ini berasal dari
lingkungan sedangkan yang lain timbul dari dalam diri. Bahaya dapat
mempengaruhi usaha penyesuaian fisik, psikologi dan sosial yang dilakukan
seorang anak, baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.
j)
Kebahagiaan
bervariasi pada berbagai periode dalam pola perkembangan. Studi mengenai
kebahagiaan di masa kanak-kanak telah mengungkapkan bahwa bagi beberapa anak,
masa kanak-kanak adalah saat bahagia. Sedangkan bagi yang lain adalah masa yang
tidak bahagia.
2)
Adapun
prinsip-prinsip perkembangan individu menurut Hamalik (2004) terdiridari 7
dasar, yaitu :
a)
Perkembangan
sebagai fungsi interaksi antara organisme dengan lingkungan. Menurut aliran
interactionist bahwa pembawaan menyediakan potensi-potensi yang berinteraksi
dengan lingkungan yang dinamis.
b)
Perkembangan
berlangsung lebih cepat pada tahun-tahun permulaan. Perkembangan yang paling
cepat terjadi pada tahun-tahun permulaan, tetapi perlu disadari bahwa
perkembangan itu berlangsung seumur hidup. Sekalipun mungkin pola-pola
kepribadian terbentuk pada usia sebelum sekolah, manifestasi sifat-sifat
kepribadian mengalami perubahan selama manusia hidup.
c)
Kematangan
berpengaruh terhadap hasil-hasil latihan. Latihan dan pengajaran dapat
berlangsung secara produktif jika pertumbuhan dalam diri individu kelak terjadi
secara memadai, artinya otot, saraf dan otak harus berkembang dulu sampai
tingkatan tertentu.
d)
Pola-pola
tingkah laku berkembang secara berurutan. Perkembangan adalah proses yang
berlangsung secara teratur, selangkah demi selangkah. Setiap ketrampilan, sifat
atau pengetahuan harus mempunyai dasar-dasar yang mendahuluinya.
e)
Laju
perkembangan bersifat individual. Setiap individu memiliki laju perkembangan
tersendiri. Beberapa anak mencapai kematangan lebih awal daripada anak-anak
lainnya.
f)
Perkembangan
itu merupakan diferensiasi dan integrasi. Pertumbuhan fisik pada usia sebelum
lahir merupakan gambaran yang jelas dari diferensiasi. Mula-mula bayi itu hanya
merupakan sebuah sel yang bulat, kemudian
pada usia 9 minggu, tatkala sudah menjadi embrio, bagian-bagian badan dapat dengan
jelas dibeda-bedakan.
g)
Perkembangan
ketrampilan, konsep dan pengetahuan adalah contoh-contoh diferensiasi dan
pengkhususan-pengkhususan. Adapun integrasi, yaitu tingkah laku yang
terkoordinasi, harmonis, dan efisien terjadi bersama-sama dengan diferensiasi.
Gambaran yang jelas dari integrasi antara lain tampak dalam berbicara. Seorang
anak kecil mula-mula mengalami kesulitan untuk mengucapkan suatu kata, ia
membuka mulutnya lebar-lebar, menjulurkan lidahnya keluar, dan kemudian ia
mengucapkan suatu kata yang mungkin dapat kita pahami. Selanjutnya integrasi
terjadi, dan ia menjadi seorang pembicara yang fasih tatkala ia mengucapakan
kata-kata dibarengi dengan gerakan-gerakan tangan, ekspresi muka dan
sebagainya.
3)
Menurut
Yusuf (2008), prinsip-prinsip perkembangan individu ada 6 dasar, yaitu :
a)
Perkembangan
merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process). Manusia
secara terus-menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman
atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus-menerus
sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.
b)
Semua
aspek perkembangan saling berhubungan atau saling mempengaruhi. Setiap aspek
perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi maupun sosial, satu sama
lainnya saling mempengaruhi. Terdapat hubungan atau korelasi yang positif diantara
aspek tersebut. Apabila seorang anak dalam pertumbuhan fisiknya mengalami
gangguan (sering sakit-sakitan), maka dia akan mengalami kemunduran dalam
perkembangan aspek lainnya, seperti kecerdasannya kurang berkembang dan mengalami
kelabilan emosional.
c)
Perkembangan
mengikuti pola atau arah tertentu. Perkembangan terjadi secara teratur
mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahapan perkembangan merupakan hasil
perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan pra-syarat bagi perkembangan
selanjutnya. Contohnya, untuk dapat berjalan seorang anak harus dapat berdiri
terlebih dahulu dan berjalan merupakan pra-syarat bagi perkembangan
selanjutnya, yaitu berlari atau meloncat.
d)
Perkembangan
terjadi pada tempo yang berlainan. Perkembangan fisik dan mental mencapai
kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada
yang lambat).
e)
Setiap
fase perkembangan mempunyai ciri khas. Prinsip ini dapat dijelaskan dengan
contoh sebagai berikut :
·
Sampai
usia dua tahun anak memusatkan untuk mengenal lingkungannya, menguasai
gerak-gerik fisik dan belajar berbicara.
·
Pada
usia tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia
sosial (belajar bergaul dengan orang lain).
f)
Setiap
individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembangan. Prinsip ini
berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu
akan mengalami fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan
masa tua.
Berdasarkan penjelasan di atas,
dapat kami simpulkan bahwasanya perkembangan manusia sangatlah berbeda dengan
perkembangan yang dialami oleh mahluk lainnya/selain manusia, dimana
perkembangan yang dilalui oleh manusia adalah perkembangan yang
berkesinambungan dan tersistem, hal ini disebabkan oleh adanya prinsip dalam
perkembangan yang dilaluinya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari pemaparan makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1)
Perkembangan
merupakan perubahan secara kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur,
tetapi jelas berlaku jika dibandingkan dengan peringkat yang lebih awal serta
cenderung ke arah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral dan
sosial.
2)
Prinsip-prinsip
perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses perubahan alamiah yang
teratur, universal dan berkesinambungan, yang dimaksud dengan perubahan yang
teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal mengikuti tata urutan
yang saling berkaitan.
3)
Tujuan
perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan
4)
Prinsip-prinsip
perkembangan pada umumnya antara lain :
a)
Bahwa
perkembangan melibatkan perubahan.
b)
Perkembangan
awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya.
c)
Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
d)
Pola
perkembangan dapat diramalkan.
e)
Pola
perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan.
f)
Terdapat
perbedaan individu dalam berkembang.
g)
Periode
pola perkembangan. Periode perkembangan biasanya diebut periode pralahir, masa
neonatus, masa bati, masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, dan masa puber.
h)
Pada
setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Harapan sosial ini
terbentuk tugas perkembangan yang menungkinkan para orang tua dan guru
mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasaiberbagai pola perilaku
yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
i)
Setiap
bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial. Bahaya tersebut terjadi
baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.
DAFTAR PUSTAKA
Desmita. 2010. Psikologi
Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ridwan Max Sijabat. 1980. Psikologi
Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. (Terjemahan dari “Developmental Psychology: A Life- Span Aproach”). Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Karso, dkk. 1982. Psikologi
Perkembangan. Jakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis, Depdikbud.
Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi
Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
