Jumat, 13 Maret 2015

PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

MAKALAH
PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Dr. Hj. Nunung Nuriyah, M.Ag.





Disusun Oleh :
KELOMPOK I
1.      Enti Desy Widianingsih        (1414113128)
2.      Khusnul Khotimah               (1414113131)
3.      Wulan Suraningsih               (1414113164)
4.      Yasin Iskandar                      (1410120040)



INSTUTUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
Jl. By Pass Perjuangan Sunyaragi Cirebon
Tahun 2015





BAB I
PENDAHULUAN

      A.          Latar Belakang
Psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu psikologi menela’ah berbagai perubahan dalam individual dan perubahan-perubahan luar individual. Beberapa psikolog perkembangan mempelajari perubahan dalam perkembangan yang mencakup seluruh rentang kehidupan dari pembuahan sampai akhir hayat. Dengan begitu, mereka berusaha menggambarkan dengan sempurna pertumbuhan dan kemunduran.
Mengutip dari apa yang dituliskan oleh Elizabeth B. Hurlock bahwa istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Dan seperti yang dikatakan oleh Van den Daele “ perkembangan berarti perubahan secara kualitatif ” (Elizabeth B. Hurlock : 2002). Berbeda dengan pertumbuhan, pertumbuhan merupakan perubahan secara kuantitatif dan itu mencakup aspek fisik atau jasmaniah saja yang dapat dihitung atau diukur.

       B.          Rumusan Masalah
1.        Apa pengertian psikologi perkembangan?
2.        Apa itu perkembangan manusia?
3.        Bagaimanakah arti perubahan dalam perkembangan?
4.        Apa saja prinsip-prinsip perkembangan?

      C.          Tujuan Masalah
1.         Untuk mengetahui pengertian psikologi perkembangan
2.         Untuk mengetahui perkembangan manusia
3.         Untuk mengetahui arti perubahan dalam perkembangan
4.         Untuk mengetahui prinsip-prinsip perkembangan





BAB II
PEMBAHASAN

      A.          Pengertian Psikologi Perkembangan Menurut Para Ahli
Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena psikologi perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu. Psikologi perkembangan berarti memahami gejala-gejala psikis yang berkaitan dengan perubahan individual. Perubahan-perubahan ini sifatnya tidaklah kuantitatif melainkan lebih mengarah pada perubahan kualitatif. Sebelum lebih jauh membahas menganai psikologi perkembangan terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai pengertian dari psikologi.
Psikologi pekembangan dapat diartikan sebagai suatu cabang psikologi yang mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya yang dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.
Psikologi Perkembangan merupakan cabang dari psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa yunani dari kata “psycho” yang berarti roh, jiwa (daya hidup) dan “logos” berarti ilmu, secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Akan tetapi, sejak dahulu tidak pernah dijumpai kata sepakat tentang apa yang dimaksud dengan jiwa. Sejak zaman Yunani kuno, para filosof berusaha mempelajari jiwa. Plato misalnya, mengatakan jiwa adalah ide, Hipocrates berpendapat jiwa adalah karakter, sedangkan Aristoteles mengartikan jiwa sebagai fungsi mengingat. Kemudian pada abad ke-17, Rene Descartes, filosof Perancis, berpendapat bahwa jiwa adalah akal atau kesadaran. George Berkeley, filosof Inggris yang hidup di akhir abad ke-17 menyatakan, jiwa adalah persepsi. Sementara itu, John locke, filosof Inggris lainnya, beranggapan bahwa jiwa adalah “kumpulan ide yang disatukan melalui asosiasi”.
Ada beberapa para ahli yang berpendapat tentang pengertian psikologi perkembangan diantaranya :
a)        David G Myers (1996), psikologi perkembangan “ a branch of psychologu that studies physical, coginitive, and socialchange throughout the life span ” .
b)       Psikologi Perkembangan merupakan “cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati” (Ross Vasta, dkk., 1992).
c)        Linda L Daidoff (1991), psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.
d)       Richard M Lenner (1976), psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa).
     Beberapa pendapat di atas tentang pengertian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa psikologi perkembangan adalah merupakan bagian dari bidang psikologi yang kajian dan pembahsannya terfokus pada perubahan tingka laku dan proses perkembengan mulai dari masa konsepsi (pra-nattal) sampai mati.
Hemat kami, psikologi perkembangan adalah suatu ilmu psikologi yang mempelajari tentang perkembangan yang terjadi pada diri manusia dalam segala aspek manusia itu sendiri mulai dari ia terlahir di dunia sampai dengan meninggalkan dunia.

       B.          Perkembangan Manusia
Manusia adalah mahluk hidup, mahluk yang dikaruniai kehidupan; hidup fisiknya, hidup psikisnya yang jelas berbeda dengan mahluk lainnya. Karena hidupnya dua aspek ini membuat manusia menjadi berkembang, berkembang secara sistematis menuju hakikat manusia.
Hakikat Perkembangan Istilah “perkembangan” (development) dalam psikologi merupakan sebuah konsep yang cukup rumit dan kompleks. Di dalamnya terkandung banyak dimensi (Desmita: 2010). Namun, secara sederhana Sumadi Suryobroto menegaskan bahwa “ perkembangan itu adalah perubahan, perubahan ke arah yang lebih maju, lebih dewasa. Secara teknis, perubahan itu biasanya diberi nama proses. Jadi secara garis besar para ahli sependapat bahwa perkembangan itu adalah suatu proses” (Sumadi Suryobroto : 1984). Sejalan dengan Sumadi, menurut Reni yang secara langsung dikutip oleh Deswita bahwa “ perkembangan secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang baru. Dalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia, yang diawali dari saat pembuahan dan berakhir dengan kematian” (Reni Akbar Hawadi : 2001).
Pengertian perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali karena perubahannya bersifat kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur, tetapi jelas berlaku jika dibandingkan dengan peringkat yang lebih awal. Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serempak dalam kehidupan, yaitu pertumbuhan atau evolusi dan kemunduran atau involusi. Keduanya mulai dari pembuahan dan berakhir dengan kematian. Dalam tahun-tahun pertama pertumbuhan berperan, sekalipun perubahan-peruabahan yang bersifat kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin. Pada bagian kehidupan selanjutnya, kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti (Elizabeth B. Hurlock : 2002).
Faham kami bahwa ketika individu mengalami proses perubahan ke arah yang positif maka individu tersebut sedang/telah mengalami proses perkembangan, tetapi jika sebaliknya perubahan tersebut menuju ke arah yang negatif, hal tersebut tidaklah termasuk ke dalam proses perkembangan.

      C.          Arti Perubahan Dalam Perkembangan
Arti Perubahan dalam perkembangan manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan hingga ajal selalu terjadi perubahan, baik dalam kemampuan fisik maupun kemampuan psikologis. Dengan perkataan lain, organisme yang matang selalu mengalami pembuahan yang progresif sebagai tanggapan terhadap kondisi yang bersifat dan pengalaman dan perubahan-perubahan itu mengakibatkan jaringan interaksi yang majemuk.
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan berapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. Sekalipun perkembangan itu berkesinambungan, dalam arti bahwa perkembangan itu merupakan proses siklik dengan berkembangnya kemampuan-kemampuan dan kemudian menghilang, dan yang akan muncul kembali pada usia berikutnya. Dalam hal ini bukan berkesinambungan dalam arti senantiasa meningkat, tetapi merupakan serangkaian gelombang dengan seluruh bagian perkembangan yang tejadi lagi secara berulang. Dan seringkali pola perubahan itu mirip kurva berbentuk lonceng, pada awalnya naik dengan tiba-tiba, mendatar selama usia pertengahan, dan turun secara perlahan atau mendadak pada usia lanjut.
Berbagai perubahan dalam perkembangan bertujuan untuk memungkinkan orang menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia hidup. Untuk mencapai tujuan ini, maka realisasi diri atau yang biasanya disebut aktualisasi diri adalah sangat penting, namun tujuan ini tdak pernah statis. Tujuan dapat dianggap sebagai suatu dorongan untuk melakukan sesuatu yang tepat untuk dilakukan, untuk menjadi manusia seperti yang diinginkan baik secara fisik maupun psikologis. Realisasi diri memainkan peranan penting dalam kesehatan jiwa, maka orang yang berhasil meneysuaikan diri dengan baik secara pribadi dan sosial harus mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan minat dan keinginannya dengan cara yang memuaskan dirinya. Tetapi pada saat yang sama harus menyesuaikan dengan standar-standar yang diterima. Kurangnya kesempatan-kesempatan ini akan menimbulkan kekecewaan dan sikap-sikap negatif pada khususnya terhadap orang lain, dan terhadap kehidupan pada umumnya.
Walaupun selalu terjadi perubahan-perubahan yang sifatnya fisik atau psikologis, banyak orang yang tidak sepenuhnya menyadarinya kecuali apabila perubahan-perubahan itu terjadi secara mendadak atau jelas mempengaruhi pola kehidupan mereka. Kebanyakan orang cenderung beranggapan bahwa masa lalu adalah lebih baik ketimbang masa kini. Sekalipun kebanyakan anak-anak mengejar saat mereka menjadi remaja belasan tahun, namun setelah tiba saatnya seringkali mereka merindukan kembali saat-saat mereka yang penuh riang di masa anak-anak.
Dari uraian di atas, kami berpendapat; untuk mencapai suatu perkembangan bagi tiap-tiap individu haruslah melewati proses yang disebut dengan perubahan, perubahan inilah yang akan menentukkan perkembangan dalam individunya. Dengan kata lain perkembangan dapat dicapai apabila individu telah mengalami perubahan yang bersifat progresif.

      D.          Prinsip-Prinsip Perkembangan
Prinsip-prinsip perkembangan pertumbuhan dan perkembangan manusia secara alamiah mengikuti pola teratur berdasarkan prinsip atau hukum perkembangan. Berikut beberapa prinsip perkembangan menurut para ahli
1)        Menurut Hurlock (1978), Hurlock menyusun prinsip dasar psikologi perkembangan dengan 10 fakta, yaitu :
a)        Perkembangan melibatkan adanya perubahan. Karena tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan (genetik).
b)        Perkembangan awal lebih penting dari pada perkembangan selanjutnya. Lingkungan tempat anak hidup, selama tahun-tahun pembentukan awal hidupnya, mempunyai pengaruh yang kuat pada kemampuan bawaan mereka. Dasar awal sangat penting karena cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya.
c)        Perkembangan menekankan kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar dengan kematangan yang menetapkan batas bagi perkembangan.
d)       Pola perkembangan dapat diramalkan. Walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pralahir dan pasca lahir.
e)        Pola perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diramalkan. Yang terpenting diantaranya ialah adanya persamaan pola perkembangan bagi semua anak; perkembangan berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik, perkembangan terjadi secara berkesinambungan, berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda; dan terdapat korelasi dalam perkembangan.
f)         Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan. Perbedaan individu disebabkan oleh kondisi internal dan eksternal, akibatnya pola perkembangan akan berbeda untuk setiap anak. Contohnya: perkembangan fisik, sebagian bergantung pada potensi keturunan dan sebagian pada beberapa faktor lingkungan. Perkembangan kecerdasan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kemampuan bawaan. Perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh faktor genetik selain dipengaruhi oleh sikap dan hubungan sosial.
g)        Terdapat periode dalam pola perkembangan. yang disebut periode pra lahir, masa neonatus, masa bayi, masa kanak-kanak awal, akhir masa kanak-kanak dan masa puber. Dalam semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan; serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya biasanya disebut perilaku “bermasalah”.
h)        Harapan sosial untuk setiap periode perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yang memungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
i)          Setiap bidang perkembangan mengandung kemungkinan bahaya. Bahaya ini berasal dari lingkungan sedangkan yang lain timbul dari dalam diri. Bahaya dapat mempengaruhi usaha penyesuaian fisik, psikologi dan sosial yang dilakukan seorang anak, baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.
j)          Kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode dalam pola perkembangan. Studi mengenai kebahagiaan di masa kanak-kanak telah mengungkapkan bahwa bagi beberapa anak, masa kanak-kanak adalah saat bahagia. Sedangkan bagi yang lain adalah masa yang tidak bahagia.
2)        Adapun prinsip-prinsip perkembangan individu menurut Hamalik (2004) terdiridari 7 dasar, yaitu :
a)        Perkembangan sebagai fungsi interaksi antara organisme dengan lingkungan. Menurut aliran interactionist bahwa pembawaan menyediakan potensi-potensi yang berinteraksi dengan lingkungan yang dinamis.
b)        Perkembangan berlangsung lebih cepat pada tahun-tahun permulaan. Perkembangan yang paling cepat terjadi pada tahun-tahun permulaan, tetapi perlu disadari bahwa perkembangan itu berlangsung seumur hidup. Sekalipun mungkin pola-pola kepribadian terbentuk pada usia sebelum sekolah, manifestasi sifat-sifat kepribadian mengalami perubahan selama manusia hidup.
c)        Kematangan berpengaruh terhadap hasil-hasil latihan. Latihan dan pengajaran dapat berlangsung secara produktif jika pertumbuhan dalam diri individu kelak terjadi secara memadai, artinya otot, saraf dan otak harus berkembang dulu sampai tingkatan tertentu.
d)       Pola-pola tingkah laku berkembang secara berurutan. Perkembangan adalah proses yang berlangsung secara teratur, selangkah demi selangkah. Setiap ketrampilan, sifat atau pengetahuan harus mempunyai dasar-dasar yang mendahuluinya.
e)        Laju perkembangan bersifat individual. Setiap individu memiliki laju perkembangan tersendiri. Beberapa anak mencapai kematangan lebih awal daripada anak-anak lainnya.
f)         Perkembangan itu merupakan diferensiasi dan integrasi. Pertumbuhan fisik pada usia sebelum lahir merupakan gambaran yang jelas dari diferensiasi. Mula-mula bayi itu hanya merupakan sebuah sel yang bulat,  kemudian pada usia 9 minggu, tatkala sudah menjadi embrio, bagian-bagian badan dapat dengan jelas dibeda-bedakan.
g)        Perkembangan ketrampilan, konsep dan pengetahuan adalah contoh-contoh diferensiasi dan pengkhususan-pengkhususan. Adapun integrasi, yaitu tingkah laku yang terkoordinasi, harmonis, dan efisien terjadi bersama-sama dengan diferensiasi. Gambaran yang jelas dari integrasi antara lain tampak dalam berbicara. Seorang anak kecil mula-mula mengalami kesulitan untuk mengucapkan suatu kata, ia membuka mulutnya lebar-lebar, menjulurkan lidahnya keluar, dan kemudian ia mengucapkan suatu kata yang mungkin dapat kita pahami. Selanjutnya integrasi terjadi, dan ia menjadi seorang pembicara yang fasih tatkala ia mengucapakan kata-kata dibarengi dengan gerakan-gerakan tangan, ekspresi muka dan sebagainya.
3)        Menurut Yusuf (2008), prinsip-prinsip perkembangan individu ada 6 dasar, yaitu :
a)         Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process). Manusia secara terus-menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.
b)        Semua aspek perkembangan saling berhubungan atau saling mempengaruhi. Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi maupun sosial, satu sama lainnya saling mempengaruhi. Terdapat hubungan atau korelasi yang positif diantara aspek tersebut. Apabila seorang anak dalam pertumbuhan fisiknya mengalami gangguan (sering sakit-sakitan), maka dia akan mengalami kemunduran dalam perkembangan aspek lainnya, seperti kecerdasannya kurang berkembang dan mengalami kelabilan emosional.
c)         Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahapan perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan pra-syarat bagi perkembangan selanjutnya. Contohnya, untuk dapat berjalan seorang anak harus dapat berdiri terlebih dahulu dan berjalan merupakan pra-syarat bagi perkembangan selanjutnya, yaitu berlari atau meloncat.
d)        Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan. Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
e)         Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut :
·           Sampai usia dua tahun anak memusatkan untuk mengenal lingkungannya, menguasai gerak-gerik fisik dan belajar berbicara.
·           Pada usia tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia sosial (belajar bergaul dengan orang lain).
f)         Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembangan. Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan masa tua.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kami simpulkan bahwasanya perkembangan manusia sangatlah berbeda dengan perkembangan yang dialami oleh mahluk lainnya/selain manusia, dimana perkembangan yang dilalui oleh manusia adalah perkembangan yang berkesinambungan dan tersistem, hal ini disebabkan oleh adanya prinsip dalam perkembangan yang dilaluinya.



BAB III
PENUTUP

      A.          KESIMPULAN
Dari pemaparan makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1)        Perkembangan merupakan perubahan secara kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur, tetapi jelas berlaku jika dibandingkan dengan peringkat yang lebih awal serta cenderung ke arah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral dan sosial.
2)        Prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses perubahan alamiah yang teratur, universal dan berkesinambungan, yang dimaksud dengan perubahan yang teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal mengikuti tata urutan yang saling berkaitan.
3)        Tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan
4)        Prinsip-prinsip perkembangan pada umumnya antara lain :
a)        Bahwa perkembangan melibatkan perubahan.
b)        Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya.
c)        Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
d)       Pola perkembangan dapat diramalkan.
e)        Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan.
f)         Terdapat perbedaan individu dalam berkembang.
g)        Periode pola perkembangan. Periode perkembangan biasanya diebut periode pralahir, masa neonatus, masa bati, masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, dan masa puber.
h)        Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Harapan sosial ini terbentuk tugas perkembangan yang menungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasaiberbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
i)          Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial. Bahaya tersebut terjadi baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.





DAFTAR PUSTAKA

            Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
            Ridwan Max Sijabat. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang                      Rentang Kehidupan. (Terjemahan dari “Developmental Psychology: A Life-             Span Aproach”). Jakarta: Penerbit Erlangga.
            Karso, dkk. 1982. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Pusat Pengembangan Penataran                    Guru Tertulis, Depdikbud.




            Suryobroto, Sumadi. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Rake Press.
            Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar